GuidePedia

0
Seruit, Kuliner Tradisional yang Jadi Favorit

Siapa bilang Lampung hanya punya tempoyak dan keripik pisang berlapis cokelat bubuk? Ada satu kuliner lain yang tak boleh ketinggalan untuk dicicipi, yaitu Seruit.

Siapa bilang Lampung hanya punya tempoyak dan keripik pisang berlapis cokelat bubuk? Ada satu kuliner lain yang tak boleh ketinggalan untuk dicicipi.

Adalah seruit, hidangan favorit masyarakat Lampung. Seruit adalah masakan berupa ikan yang digoreng atau dibakar, yang disajikan dengan sambal terasi dan tempoyak (durian yang diawetkan).

Seruit juga dilengkapi lalapan segar, seperti petai dan jengkol. Dan tentunya julang-jaling atau kabau. Tumbuhan polong ini sekilas memiliki aroma seperti lamtoro, tetapi efeknya jauh lebih dahsyat.

Bau yang ditimbulkan lebih kuat daripada petai dan jengkol. Ketika digigit, rasanya agak getir dan baunya akan melekat di mulut.

Awalnya, Seruit tercipta dari kebiasaan masyarakat Lampung, seperti masyarakat Indonesia kebanyakan, yang senang berkumpul dan bersilaturahmi.

Saat itulah diperlukan makanan yang dapat disantap bersama-sama, yaitu Seruit. Dengan hidangan ikan-ikan dan lalapan serta sambal yang disajikan di atas tampah, semua orang pun dapat mengisi perut dengan akrab.


Selengkapnya baca di sini.    (Ism)  

Post a Comment

 
Top