GuidePedia

0
Kebiasaan Buruk yang Kerap Dilakukan Setelah Makan `Berat`

Ada sejumlah kebiasaan yang kerap dilakukan tiap kali anda selesai mengkonsumsi makanan 'berat'. Celakanya, sejumlah kebiasaan yang dianggap menyehatkan, justru memiliki efek samping yang kurang baik saat dikonsumsi setelah makanan berat.

Sejumlah kebiasaan bahkan memang sudah tidak menyehatkan, meski dilakukan bukan setelah makan berat. Apa saja kebiasaan yang tidak menyehatkan tersebut?

Makan Buah
Anggapan makan buah sebagai penutup setelah makan berat ternyata salah besar. Faktanya makan buah sehabis makan akan menyebabkan perut dipenuhi udara dan berujung kembung. 
Namun jika tetap ingin mengkonsumsi buah, sebaiknya menunggu hingga 1-2 jam sehabis makan atau satu jam sebelum makan. Kebiasaan ini juga baik bagi anda yang sedang berdiet, karena buah yang dikonsumsi akan membuat kenyang sehingga tidak makan berlebihan.

Minum Teh
Kandungan asam yang tinggi pada secangkir teh menyebabkan kandungan protein dalam makanan akan susah dicerna tubuh. Meminum teh setelah makan dapat menghambat penyerapan zat besi di dalam tubuh hingga 80%, sementara zat besi sangat diperlukan tubuh untuk pertumbuhan kualitas tubuh.

Minum es
Kebiasaan mengkonsumsi es dengan minum air putih dapat berujung dengan membekukan makanan berlemak dan berminyak yang sudah dikonsumsi. Lemak akan terbentuk di dalam usus dan mengakibatkan penyempitan saluran-saluran pencernaan sehingga menimbulkan kegemukan.

Mengendurkan ikat pinggang
Kebiasaan mengendurkan ikat pinggang sehabis makan ternyata dapat menyebabkan usus sembelit dan mudah terblokir karena sistem pencernaan yang ada di dalam perut mengalami perubahan yang mendadak. Jadi ada baiknya anda membatasi asupan makanan sehingga tidak perlu melakukan kebiasaan yang satu ini.
 
Mandi
Mandi yang dilakukan setelah makan dapat menaikkan aliran darah ke tangan, kaki dan badan sehingga berujung pada berkurangnya jumlah darah di daerah perut. Hal ini akan melemahkan sistem pencernaan di dalam perut.
 
 

Post a Comment

 
Top