GuidePedia

0
Lampung Kembangkan Musik Etnik di 2013
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Lampung memiliki potensi kesenian yang besar. Gamola pring, alat musik tradisional asli Lampung, merupakan salah satu aset seni yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menguatkan karakter seni di Lampung.

Pada 2013 ini, tren kesenian di Lampung adalah mengembangkan musik etnik. Caranya, dengan mengolaborasikannya dengan musik nonetnik. "Kami akan membidik musik berlatar belakang etnik yang diramu dengan musik jazz," kata Ketua Harian Dewan Kesenian Lampung (DKL) Hari Jayaningrat, Selasa (8-1).

Dia menjelaskan gamolan pring sudah digunakan dan dikembangkan oleh para seniman Lampung. "Kolaborasi musik etnik dengan modern bisa membuat gamolan pring menjadi lebih dikenal masyarakat luas," kata dia.

Bukan mustahil, kata dia, kolaborasi antara gamolan pring dan musik jazz akan memancing perhatian masyarakat luar Lampung, bahkan mancanegara. Walaupun terdengar sedikit asing, kolaborasi musik etnik dengan jazz mampu menghasilkan musik unik yang menarik. "Gamolan pring sangat tepat dipadukan dengan jazz," kata Hari.

Hal senada dikatakan anggota Komite Musik DKL, Naning, yang telah memiliki pengalaman langsung ikut serta dalam pementasan kolaborasi musik etnik Lampung yang menggunakan gamolan pring dengan jazz.

Di Lampung, kata guru kesenian SMAN 2 Bandar Lampung itu, terdapat komunitas jazz yang sudah menunjukkan kebolehannya di dua event jazz Nasional, yaitu di Festival NgayogJazz di Yogyakarta dan Jazz Traffic di Semarang pada November tahun lalu.

"Gamolan pring ada dalam pertunjukan tersebut," kata Naning.

Dia juga mengatakan musik jazz biasanya dimainkan sesuai standarnya. Dengan adanya sentuhan etnik melalui alat musik gamolan, musik jazz yang dimainkan terdengar unik sekaligus menarik.

Misalnya, kata Naning, suatu lagu jazz berjudul Love bisa dimainkan semua pemusik jazz dan penikmat jazz yang akan terdengar sama. Tapi, dengan gamolan pring, lagu Love yang dimainkan akan terdengar berbeda dan memancing penikmat Jazz.

Sumber: Lampung Post,

Post a Comment

 
Top